Yang suka cemilan asin, ngacuungg ^_^
Yang suka masak simpel dan cepet, ngacuuung ^_^
Yuukkk, bikin martabak telur home made.
Bahan :
2 butir telur ayam
2 sdm minyak goreng
1/2 gelas belimbing tepung kanji
1 gelas belimbing tepung terigu
5 helai daun bawang. Iris.
100 gr daging ayam. Cincang.
1 gelas belimbing air putih
5 siung bawang putih
Garam dan lada bubuk secukupnya
Cara membuat :
MEMBUAT KULIT
- Kocok lepas 1 butir telur
- Tambahkan 1/2 sdt garam, minyak goreng, 1 gelas air putih, tepung terigu, dan tepung kanji. Aduk rata.
- Siapkan wajan/teflon yang sudah dioles minyak Tuang adonan sekitar 3 sendok makan. Ratakan.
- Tunggu sampai matang. Angkat. Sisihkan.
MEMBUAT ISI
- Tumis bawang putih.
- Setelah harum, masukan daging ayam cincang. Tambahkan lada bubuk.
- Masukan daun bawang dan 1/2 sdt garam.
- Tambahkan 1 butir telur. Aduk rata.
Setelah kulit dan isi, kita siap membungkus martabaknya.
- Siapkan kulit martabak.
- Tuang isinya.
- Gulung/lipat
- Siap untuk digoreng
- Goreng sampai kulit berwarna coklat kekuningan.
Sudah siap disajikan.
Untuk 8-9 porsi martabak (tergantung lebar kulit dan banyaknya isi).
Selamat mencoba ^_^
Friday, November 20, 2015
Saturday, October 17, 2015
BUKIT CIDAUN, KABUPATEN CIANJUR
Karena jalanan berbatu besar dan kasar itu nggak cukup ramah untuk mobil (kecuali truk yang lebih besar), maka jadilah rombongan harus berjalan kaki sekitar 200 m menuju salah satu rumah warga Jemaat. Menapaki jalan berbatu, panas terik, berdebu, dan menanjak tidak membuat mereka undur dari pelayanan ini.
Tim Rohani ada Pdt. Ferly David & Ibu Kustiana (Majelis Jemaat) yang melayani Perjamuan Kudus.
Walau warga jemaat yang dilayani hanya 2 orang, sedangkan kami yang dari Bandung berangkat ber-14, tapi tidak mengurangi kekhidmatan Kebaktian Perjamuan Kudus hari itu.Lalu setelah kebaktian usai, dibukalah pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk warga setempat.
Tim Jasmani yang datang dari Bandung yaitu ada Ibu Wahyu & Ibu Narto, dibantu oleh Ibu Narulita Watulingas (istri Pdt. Ferly David), mereka dengan sukacita melayani pengobatan gratis untuk sekitar 15 pasien dewasa dan pasien anak.

Saya ngapain? Saya hanya duduk, menyaksikan dan berusaha membaur dengan orang setempat yang lebih fasih berbahasa Sunda.
Lemas setelah mabuk di perjalanan, tidak mengurangi kekaguman saya pada orang-orang di depan mata saya.
Yang dikunjungi tidak meninggalkan iman karena alasan jarak dan 'ditekan' oleh oknum intoleran.
Yang mengunjungi dengan sukarela sejenak meninggalkan kenikmatan ibukota untuk berbagi sukacita.
Oh iya. Pos Pelayanan Cidaun ini menjadi salah satu tempat yang dilayani oleh GKP Jemaat Bandung.
Terletak di Desa Cidaun, Kabupaten Cianjur. Kalau sempat lihat peta,
lokasinya ada di dekat garis pantai Selatan. Bisa ngebayangin nggak
jarak sebenarnya dari Kota Bandung?Selamat hari Sabtu ^_^
Friday, October 9, 2015
ULANG TAHUN (?)
![]() |
| Sumber : dreamstime.com |
Hari Rabu 8 Oktober ini tepat ada yang berulang tahun dan memang direncanakan sebagai pengucapan syukur atas peringatan tanggal kelahiran salah 2 anggotanya, hehe
Di sesi siraman rohani, Bapak Pendeta menyampaikan beberapa hal yang bikin saya jadi berpikir ulang tentang "SELAMAT ULANG TAHUN" dengan "HAPPY BIRTHDAY"
Kita kerap kali mengucapkan "Selamat ulang tahun ya."
Dipikir-pikir, mestinya sih yang tepat bukan ulang tahun ya, karena kalau 'tahun' yang diulang, umur gak nambah-nambah dong?
![]() |
| Sumber : Google |
Kayanya lebih tepat kalau menyebut 'ulang tanggal kelahiran' yang dalam bahasa Inggris sering diucapkan sebagai 'birth-day'
Karena memang maksudnya kurang lebih adalah "selamat memperingati hari (day) kelahiran (birth) ya..."
Ahh.. yasudahlah. Untuk tata bahasa dan penggunaannya ternyata saya nggak cukup menguasai jugak kok, hehhe...
Apapun itu, mesti diingat aja ketika hari itu tiba.
Birthday bisa berarti MENGURANG DAN MENGULANG.
Yang Mengurang : kemampuan fisik (pendengaran, penglihatan, bicara, berjalan, dll), kondisi tubuh (rambut mulai tipis, kulit mulai kurang kencang aka keriput), dan relasi sosial (teman-teman seangkatan semakin sedikit kan? Entah mulai berpencar dan sibuk dengan lingkungan barunya. Entah juga karena sudah mulai banyak yang meninggal dunia)
Yang Mengulang : kasih sayang, kasih sayang, dan kasih sayang dari keluarga dan sahabat.
Jadi, siapkah menyambut hal-hal tadi ketika tiba harimu memperingati tanggal kelahiran?
Tuesday, September 15, 2015
Aku dan Seragam Putih-Merah
Akhir Juli 2015 yang lalu aku bergabung ke Rumah Belajar "Embrio" ini sebagai teman belajar beberapa anak-anak Sekolah Dasar Santo Yusup Cikutra, BandungRumah Belajar "Embrio" ini digagas oleh Bu Eni Kurniati karena memang beliau senang dengan pelajaran matematika ^_^ Dimulai dengan kesukaan tersebut (yang berhasil mengantarkan putra semata wayangnya menjadi juara lomba-lomba matematika), lalu ada usulan dari beberapa rekan beliau untuk berbagi juga dengan anak murid lainnya, maka dibukalah rumah belajar ini.
Kalo aku, apakah aku juga suka matematika? Hahaha.. Gimana ya nulisnya? Iya, aku suka berhitung. Tapi nilai matematikaku nggak pernah membanggakan euy. Keseringan dapat 6. Dapat 7 hanya kadang-kadang. Apalagi 8, 9, 10. Haduuuhh.... Malu..
Tapi bukan itu kok poinnya antara aku dan 'Embrio' ini.

Yang mau ku ceritakan adalah bagaimana aku juga belajar di kelas ini (bukan hanya anak-anak berseragam putih-merah saja yang belajar.) Oleh Bu Eni, aku diminta untuk mendampingi 4 (empat) orang anak-anak kelas 2.
Tugasku sederhananya 'hanya' 3 :
- (berdasarkan Buku Tugas masing-masing) memastikan PR mereka dikerjakan di sini.
- Jika tidak ada PR dan atau ulangan maka berlatih soal-soal untuk pelajaran esok hari.
- Jika ada ulangan, maka hari ini ada latihan soal untuk mata pelajaran yang dimaksud
- Ketulusan mendengar
- Kesabaran menyampaikan/bicara
- Ketegasan mendampingi
- and the list goes on.....
Anak-anak itu sudah sejak subuh hari pergi dari rumahnya ke sekolah. Di sekolah berkegiatan sampai sekitar pk. 12.00. Lalu yang punya kegiatan ekstra kulikuler, langsung ke lokasi masing-masing untuk kegiatan itu (taekwondo, modelling, angklung, seni tari, dan lainnya). Setelah itu mereka juga harus ke rumah belajar untuk mengerjakan PR-nya. Bahkan setelah dari rumah belajar ini harus ke tempat les Bahasa Inggris di tempat lain.Tak jarang beberapa anak selalu merengek ketika tiba di rumah belajar, "Tante Raniii... aku capek.."
Lalu, aku harus gimana Dek? Aku tau banget rasanya capek. Dan aku akan dengan sangat senang menyilakanmu untuk istirahat tidur siang. Tapi kalau aku melakukan itu, orang tuamu akan ngomel ke Bu Eni karena kamu nggak ngerjain PR-mu. Ditambah kalau nilai ulanganmu tidak seperti yang diharapkan orang tuamu, habislah Bu Eni.
(Iya Bu Eni yang diomelin. Karena "kepala sekolahnya" kan Bu Eni, hehehe)
Huwaahhh... anak-anak sekecil itu dibombardir dengan rupa-rupa tuntutan orang tua dan tuntutan jaman. Iya betul, kalau tidak dibekali, maka tunas muda itu tidak bisa bersaing di kerasnya dunia. Tapi kok ya rasanya.... ada yang ngganjel di hatiku :'( dan bodohnya aku nggak cukup cerdas untuk menggali ganjalan itu dalam tulisan, lalu mencari penyelesaiannya.Tapi, biarlah sambil waktu berjalan, aku akan mejadi kawan belajar mereka. Kawan yang bermanfaat. Semoga.
Cicadas-Bandung, September 2015
WiRani
Friday, June 12, 2015
2. Bermain dengan jujur (play fair)
Ini adalah penjelasan rinci dari 16 butir kearifan dari buku "All I Really Need to Know I learned in Kindergarten" yang pendahuluannya ada dalam postingan sebelumnya.
1. Berbagi segala sesuatu (share everything)
3. Jangan memukul orang (don't hit people)
4. Taruh kembali barang yang kau ambil (put things back where you found them)
5. Rapikan kembali apa yang kamu berantaki (clean up your own mess)
6. Jangan mengambil barang yang bukan milikmu (don't take things that aren't yours)
7. Ucapkan "maaf" jika kau melukai seseorang (say you're sorry when you hurt somebody)
8. Cuci tanganmu sebelum makan (wash your hands before you eat)
9. Siram sehabis pipis (flush)
10. Kue dan susu baik untuk kesehatanmu (warm cookies and cold milk are good for you)
11. Jalani hidup berimbang - belajar dan berpikir, menggambar, mewarnai, menyanyi, menari, bermain dan mengerjakan sesuatu setiap hari (live a balanced life - learn some and think some, draw and paint and sing and dance and play and work every day some)
12. Tidur siang setiap sore (take a nap every afternoon)
13. Manakala keluar ke dalam dunia, hati-hati terhadap lalu linta, bergandengan tanganlah dan tetap bersama-sama (when you go out into the world, watchout the traffic, hold hands, and stick together)
14. Sadari keajaiban. Ingatlah benih yang kecil di dalam pot : akarnya tertanam ke bawah dan tumbuhnya membesar ke atas. Tak seorangpun tahu bagaimana dan mengapa, tapi kita semua seperti itu (Be aware of wonder. Remember the little seed in the styrofoam cup : the roots go down and the plant goes up and nobody really knows how or why; but we are all like that)
15. Ikan emas, tupai dan tikus putih, bahkan benih kecil di dalam pot - semuanya akan mati. Begitu juga kita (Goldfish and hamsters and white mice and even the little seed in the styrofoam cup - they all die. So do we)
16. Lalu ingat juga buku-buku bacaanmu. Kata pertama yang kau pelajari - kata terbesar dari segalanya - LIHAT! (and then remember the Dick-and-Jane books and the the first word you learned - the biggest word of all - LOOK)
1. Berbagi segala sesuatu (share everything)
2. Bermain dengan jujur (play fair)
Maksudnya
dalam interaksi diperlukan sikap jujur dan adil. Kristus
mengajari ukuran yang tepat: “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang
perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” (Mat. 7:12 // Luk
6:31). Dengan maksud sama, Confucius
dalam kearifan Timur mengajari: "Jangan lakukan apa yang kamu tidak mau orang
lain lakukan kepadamu."
3. Jangan memukul orang (don't hit people)
4. Taruh kembali barang yang kau ambil (put things back where you found them)
5. Rapikan kembali apa yang kamu berantaki (clean up your own mess)
6. Jangan mengambil barang yang bukan milikmu (don't take things that aren't yours)
7. Ucapkan "maaf" jika kau melukai seseorang (say you're sorry when you hurt somebody)
8. Cuci tanganmu sebelum makan (wash your hands before you eat)
9. Siram sehabis pipis (flush)
10. Kue dan susu baik untuk kesehatanmu (warm cookies and cold milk are good for you)
11. Jalani hidup berimbang - belajar dan berpikir, menggambar, mewarnai, menyanyi, menari, bermain dan mengerjakan sesuatu setiap hari (live a balanced life - learn some and think some, draw and paint and sing and dance and play and work every day some)
12. Tidur siang setiap sore (take a nap every afternoon)
13. Manakala keluar ke dalam dunia, hati-hati terhadap lalu linta, bergandengan tanganlah dan tetap bersama-sama (when you go out into the world, watchout the traffic, hold hands, and stick together)
14. Sadari keajaiban. Ingatlah benih yang kecil di dalam pot : akarnya tertanam ke bawah dan tumbuhnya membesar ke atas. Tak seorangpun tahu bagaimana dan mengapa, tapi kita semua seperti itu (Be aware of wonder. Remember the little seed in the styrofoam cup : the roots go down and the plant goes up and nobody really knows how or why; but we are all like that)
15. Ikan emas, tupai dan tikus putih, bahkan benih kecil di dalam pot - semuanya akan mati. Begitu juga kita (Goldfish and hamsters and white mice and even the little seed in the styrofoam cup - they all die. So do we)
16. Lalu ingat juga buku-buku bacaanmu. Kata pertama yang kau pelajari - kata terbesar dari segalanya - LIHAT! (and then remember the Dick-and-Jane books and the the first word you learned - the biggest word of all - LOOK)
1. Berbagi segala sesuatu (share everything)
Ini adalah penjelasan rinci dari 16 butir kearifan dari buku "All I Really Need to Know I learned in Kindergarten" yang pendahuluannya ada dalam postingan sebelumnya.
1. Berbagi segala sesuatu (share everything).
Maksudnya jangan serakah dan jangan pelit. Materi selalu kalah nilainya dengan sahabat. Berbagi segala sesuatu adalah jalan untuk memupuk persahabatan yang berharga. Andragogi (pendidikan orang dewasa) menemukan kembali sharing sebagai alat yang sangat penting untuk berkembang kepada kedewasaan dan kematangan.
1. Berbagi segala sesuatu (share everything).
Maksudnya jangan serakah dan jangan pelit. Materi selalu kalah nilainya dengan sahabat. Berbagi segala sesuatu adalah jalan untuk memupuk persahabatan yang berharga. Andragogi (pendidikan orang dewasa) menemukan kembali sharing sebagai alat yang sangat penting untuk berkembang kepada kedewasaan dan kematangan.
2. Bermain dengan jujur (play fair)
3. Jangan memukul orang (don't hit people)
4. Taruh kembali barang yang kau ambil (put things back where you found them)
5. Rapikan kembali apa yang kamu berantaki (clean up your own mess)
6. Jangan mengambil barang yang bukan milikmu (don't take things that aren't yours)
7. Ucapkan "maaf" jika kau melukai seseorang (say you're sorry when you hurt somebody)
8. Cuci tanganmu sebelum makan (wash your hands before you eat)
9. Siram sehabis pipis (flush)
10. Kue dan susu baik untuk kesehatanmu (warm cookies and cold milk are good for you)
11. Jalani hidup berimbang - belajar dan berpikir, menggambar, mewarnai, menyanyi, menari, bermain dan mengerjakan sesuatu setiap hari (live a balanced life - learn some and think some, draw and paint and sing and dance and play and work every day some)
12. Tidur siang setiap sore (take a nap every afternoon)
13. Manakala keluar ke dalam dunia, hati-hati terhadap lalu linta, bergandengan tanganlah dan tetap bersama-sama (when you go out into the world, watchout the traffic, hold hands, and stick together)
14. Sadari keajaiban. Ingatlah benih yang kecil di dalam pot : akarnya tertanam ke bawah dan tumbuhnya membesar ke atas. Tak seorangpun tahu bagaimana dan mengapa, tapi kita semua seperti itu (Be aware of wonder. Remember the little seed in the styrofoam cup : the roots go down and the plant goes up and nobody really knows how or why; but we are all like that)
15. Ikan emas, tupai dan tikus putih, bahkan benih kecil di dalam pot - semuanya akan mati. Begitu juga kita (Goldfish and hamsters and white mice and even the little seed in the styrofoam cup - they all die. So do we)
16. Lalu ingat juga buku-buku bacaanmu. Kata pertama yang kau pelajari - kata terbesar dari segalanya - LIHAT! (and then remember the Dick-and-Jane books and the the first word you learned - the biggest word of all - LOOK).
Friday, April 10, 2015
Fast and Furious 7 – For Paul
![]() |
| Courtesy of Universal Studios |
Iya. Ini memang film untuk mengenang
Paul Walker. For Paul. Begitu tulisan
di akhir filmnya.
Saya pun menonton film ini lebih
karena ingin melihat Brian O’co... eh, maksudnya Paul Walker beraksi untuk
terakhir kalinya walau tidak di seluruh adegan – ya, itu yang diberitakan media
massa. Kru film memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memermak 2 saudara
kandung Paul yang memerankan sisa-sisa adegan film yang belum sempat
dirampungkan Paul.
Sama dengan Fast Furious
sebelum-sebelumnya, Fast and Furious 7 masih mengusung dan menampilkan ide dan
adegan gila dalam setiap scene-nya. Masih
menggunakan mobil tentu saja. Tapi kali ini mobilnya terjun dari pesawat
militer. Fiuhh. Belum selesai jantungan, ehh.. ternyata mobil-mobil Tej, Letty,
Dom, Brian, dan Roman (akhirnya) harus mulus mendarat di jalanan di tepi tebing
dan jurang. Ooohh.... Itu efeknya 100x lebih menegangkan dari wahana Hysteria
di Dufan J Juga ketika adegan Dom dan Brian
nyetir mobil super mewah untuk menyeberangi gedung super tinggi. Adooohh....
![]() |
| My moment |
Yang agak mengganggu dari seluruh
adegan (menurut saya) adalah efek bom dan serangan peluru di dalam kota Los
Angeles. Sepintas malah terlihat sepeti perang manusia dan alien :p Tapi di
luar itu semua, aksi mobil dan laga Fast and Furious 7 ini memang nggak cukup
dikasih 2 jempol.
Rangkaian ke 7 dari Fast Furious ini
sangat menguras emosi. Saya sibuk membayangkan apa yang dirasakan rekan sekerja
Paul di film itu. Pasti bukan sekedar ‘kenalan’ saja. Karena bertahun lamanya
mereka bersama-sama terlibat dalam pembuatan film. Rasanya pasti ganjil ketika
menyelesaikan cerita tanpa lakon aslinya. Rasanya pasti perih dan sesak seperti
dipaksa menelan biji salak ketika mengingat bahwa sahabat mereka sudah pergi. Bahwa
anggota keluarga mereka udah nggak ada.
Banyak momen-momen sentimentil
tentang ‘keluarga’ yang diangkat kali ini. Dalam sebuah percakapan, Dom bilang
gini ke Brian, “Aku pernah melihatmu terjun dari pesawat, melompat dari mobil.
Aku melihat keberanianmu sejak awal. Tapi hal paling berani yang kamu lakukan
adalah menjadi pria yang baik untuk Mia. Dan menjadi ayah yang baik untuk
keponakanku.” Melting.
Di Fast Furious 6 kita tahu kalau
Leticia Ortiz kehilangan ingatannya. Pun di seri ke 7 ini. Namun di beberapa
kejadian, sedikit demi sedikit ingatan Letty pulih. Tapi tidak mudah, karena
dia merasa aneh dengan dirinya sendiri bahkan berniat untuk meninggalkan Dom.
Momen sentimental lainnya dari Dom adalah ketika dia mengatakan kepada Letty,
“Kamu tidak bisa menyuruh orang untuk mencintaimu.” Yang saya terjemahkan dan
tambahkan dengan, “Karena hal mencintai itu datangnya dari dalam hati. Bukan
sesuatu yang direka-reka.”
Di akhir kisah happy ending ini, sangat kental salam perpisahan yang ingin
disampaikan kepada Paul Walker. Sang lakon yang menghidupkan tokoh Brian
O’Connor. Diiringi lagu “See You Again” dari Wiz Khalifa yang berduet dengan
Charlie Puth, Dom bermonolog, “Walaupun kita berada di dunia yang berbeda, kamu
tetap saudaraku.”
And now you gonna be with me for the last ride.
For
Paul.
Rest
In Peace.
Subscribe to:
Posts (Atom)





